Label

TULISAN-Q (318) Album_Q (183) vidio-Q (176) kayu aro (163) gunung kerinci (26)

Rabu, 12 Januari 2011

FILUM ECHINODERMATA

I











ECHINODERMATA

Ciri-ciri Umum Echinodermata

Echinodermata memiliki lempeng-lempeng dari zat kapur dengan duri-duri kecil sehingga hewan ini disebut hewan berkulit duri.

Ciri khas dari Echinodermata ialah sistem pembuluh air, yaitu suatu jaringan saluran hidrolik yang bercabang menjadi penjuluran dan disebut kaki tabung (kaki ambulakral). Kaki tabung atau kaki ambulakral berfungsi untuk lokomosi, makan, dan pertukaran gas.

Cara Berkembang Biak

Reproduksi seksual pada anggota filum ini umumnya melibatkan hewan jantan dan betina yang terpisah (dioecious) dan pembebasan gamet dilakukan di air. Hewan dewasa yang radial berkembang dari larva bilateral melalui proses metamorfosis.

Filum Echinodermata umumnya terbagi menjadi 5 kelas, antara lain asteroidea (bintang laut0 ophiuroidea (bintang mengular), echinoidea (bulu babi dan dolar pasir), crinoidea (lili laut dan bintang berbulu), serta holothuroidea (timun laut atau teripang).

1. Asteroidea

Bintang laut umumnya memiliki lima lengan, tetapi kadang-kadang lebih yang memanjang dari suatu cakram pusat. Permukaan bagian bawah lengan itu memiliki kaki tabung yang dapat bertindak seperti cakram untuk menyedot. Bintang laut mengkoordinasi kaki tabung tersebut untuk melekat di batuan dan merangkak secara perlahan-lahan sementara kaki tabung tersebut memanjang, mencengkeram, berkontraksi, melemas, memajang, kemudian mencengkeram lagi. Bintang laut menggunakan kaki tabungnya untuk menjerat mangsanya seperti remis dan tiram.

2. Ophiuroidea

Bintang mengular memiliki cakram tengah yang jelas terlihat dari tangannya panjang sehingga memudahkannya bergerak. Kaki tabung (kaki ambulakral) tidak memiliki alat isap dan bintang mengular bergerak dengan mencambukkan lengannya. Beberapa spesies ophiuroidea merupakan hewan pemakan suspensi, dan yang lain adalah predator atau pemakan bangkai.

3. Echinoidea

Bulu babi (sea urchin) dan dolar pasir (sand dollar) tidak memiliki lengan, tetapi hewan dari kelas ini memiliki lima baris kaki ambulakral yang berfungsi untuk bergerak walaupun lambat. Bulu babi juga memiliki otot untuk memutar durinya yang panjang sehingga bulu babi dapat bergerak. Secara kasar, bulu babi berbentuk agak bulat, dan dolar pasir berbentuk seperti cakram dan pipih.

4. Crinoidea

Lili laut menempel ke substratum melalui sebuah batang. Lili laut merangkak dengan menggunakan lengannya yang panjang dan fleksibel. Sebagai suatu kelompok, anggota kelas crinoidea umumnya menggunakan lengannya yang berbulu untuk membantu proses memakan suspensi. Lengan itu terdapat di sekeliling mulut, tetapi mengarah ke atas sehingga menjauhi substratum. Crinoidea merupakan suatu kelas purba dari filum Echinodermata yang tidak berubah selama evolusinya.


5. Holothuroidea

Apabila dilihat secara sepintas, timun laut yang merupakan salah satu anggota filum Echinodermata tidak terlihat mirip dengan hewan Echinodermata lainnya. Anggota kelas ini umumnya tidak memiliki duri dan endoskeleton yang keras sangat tereduksi. Tubuh ketimun laut memanjang sepanjang sumbu oral-aboral sehingga memberikan bentuk ketimun seperti namanya. Namun demikian, setelah diteliti lebih lanjut ternyata di tubuhnya terdapat lima baris kaki tabung (kaki ambulakral) yang merupakan sistem pembuluh yang hanya terdapat pada hewan Echinodermata. Kaki tabung (kaki ambulakral) yang terdapat di sekitar mulut kemudian dikembangkan menjadi tentakel untuk makan.

PERANAN ECHINODERMATA

a. Peranan Echinodermata yang Menguntungkan :

Bintang laut banyak digunakan sebagai hiasan. Tetapi dengan penangkapan besar-besaran, hewan ini bisa punah. Ada yang memiliki arti ekonomi bagi manusia, yaitu teripang dan bulu babi.

Echinodermata di pantai dapat berperan sebagai pembersih pantai. Sisa makanan dan sampah pantai yang mengandung bahan organik merupakan makanan Echinodermata.

b. Echinodermata yang Merugikan :

Dalam kerajaan hewan, ada satu filum lagi yaitu filum Chordata. Semua hewan yang tergolong filum ini memiliki Chorda (korda) dorsalis yang disebut juga dengan istilah notokorda. Korda dorsalis berarti tali punggung dan berfungsi sebagai penguat pada fase embrio.

Ciri-ciri umum filum ini adalah :

Memiliki batang saraf dorsal dan celah insang. Batang saraf terletak di sebelah dorsal kordadorsalis yang berkaitan dengan sistem pernafasan.

Filum Chordata dibedakan menjadi sub filum. Tiga sub filum meliputi : Hemichordota, Urochordota, dan Cephalokordota, dikenal juga dengan sebutan “Chordata tingkat rendah”. Contoh hewan yang tergolong sub filum Hemichordota adalah Caccoglossus, sub filum Urochordota adalah Ascidia dan sub filum Cephalokordota adalah Amphioxus.

Berdasarkan alat gerak sub filum vertebrata dibedakan atas 2 kelompok yaitu :

Pisces (Ikan) dan Tetrapoda (tetra = empat, podos = kaki). Kelompok Pisces alat geraknya berupa sirip, sedangkan kelompok Tetrapoda alat geraknya berupa kaki dan jumlahnya empat (dua pasang).

Kelompok Pisces Terdiri Atas :

a. Kelas Agnatha yaitu ikan yang tidak memiliki rahang.

Contoh : Ikan Lamprey (Lampreta)

b. Kelas Condrichthyes yaitu ikan bertulang rawan.

Contoh : Ikan Hiu, Ikan Pari

c. Kelas Osteichthyes yaitu ikan bertulang keras.

Contoh : Ikan Gurami, Lele, Bandeng

Kelompok Tetrapoda dibedakan atas 4 kelas sebagai berikut :

a. Kelas Amphibi, cirinya pada saat fase larva habitatnya di air, sedangkan fase dewasa di darat. Selain itu kulit selalu basah oleh lendir.

Contoh : Katak, Salamander

b. Kelas Reptilia, cirinya tubuhnya dilindungi oleh sisik yang tersusun oleh zat tanduk.

Contoh : Buaya, Kura-Kura, Bunglon

c. Kelas Aves, ciri tubuhnya dilindungi oleh bulu.

Contoh : Merpati, Ayam, Kakaktua

d. Kelas Mamalia, ciri tubuhnya dilindungi oleh rambut dan memiliki kelenjar susu.

Contoh : Sapi, Mencit, Marmut, termasuk manusia

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar